mau share tentang hari ini, jalan mencari suatu kepastian..
pagi ini bangun sahur ga seperti biasanya, aku ga sms dia sm sekali seperti yg biasa aku lakuin tiap hari di ramadhan tahun ini. biasanya aku selalu sms dia di waktu sahur dan buka.
pagi ini aku sudah bersiap setelah melaksanakan kewajiban di rumah.
yaa, aku mau ke rumahnya, seperti rencana aku sebelumnya aku mau tw akan satu hal yg selama ini menjadi dilema buat aku. dia menawarkan untuk menjemputku namun entah mengapa saat ini aku sedang ingin melangkah sendiri untuk menuju ke rumahnya seperti yang biasa aku lakukan jika ingin bersilaturahim bersama keluarganya ketika dia di solo. ya, dia saat ini masih kuliah di Universitas Muhamadiyah Surakarta dan sedang mengerjakan skripsinya.
sampai di rumahnya ..
aku di sambut baik oleh keluarganya, ketemu kakak dan adiknya juga bapaknya. saat aku datang ternyata dia baru aja bangun tidur. kemudian setelah berbasa-basi dengan keluarganya sambil menunggu dia, kami berbincang-bincang (ngobrol) di salah satu ruangan di rumahnya, berdua.
senang sekali rasanya setelah lama tidak bertemu kini bisa melihat lagi senyumnya dan sosoknya yang selalu aku rindukan di setiap waktu yang aku nanti. satu hal yang selalu dia lakukan setiap kali bertemu adalah dia selalu to the point dengan apa yang akan di bicarakan. namun mulut ini terkunci rapat, seperti yang biasa aku lakukan klo udaa ketemu sama dia. ingin rasanya waktu bisa berhenti dan aku punya waktu sangat panjang untuk memandang wajahnya yang sangat aku rindukan. menatap matanya, memeluk raganya, sangat erat, tapi semua itu kan ga mungkin, aku pun sudah persiapan dengan semua kemungkinan yang terjadi, aku tahu hati ini tak mampu mengungkap smua dengan kata, maka aku sudah menuangkan semua perasaan ku dan semua pertanyaanku dalam sebuah surat, ya, sebuah surat, yang di sampingnya aku tempelkan berbagai macam warna bintang, "Bintang Harapan".harapan yang selalu ada di hati.
awalnya dia tidak ingin membacanya langsung, dia ingin mendengar semua dari mulut aku, namun apa daya aku ga bisa mengungkapkannya langsung, surat itu sudah mewakili apa yang ingin aku katakan. maka dia pun membacanya sekilas dan mulai menanggapi satu persatu inti dari surat itu.
hari inii, aku mulai mengerti, bahwa kita ga bisa selalu mendapatkan apa yang kita harapkan, apa yang kita inginkan, semua sudah di atur sedemikian rupa oleh Allah, Beliau tau apa yang terbaik untuk umatnya, aku yakin di balik ini semua banyak hikmah yang bisa aku ambil, dan bisa menjadikan aku lebih baik lagi di masa yang akan datang :)




0 komentar:
Posting Komentar