i have to move on and leave him behind. i can't waste time so give it a moment, i realize nothing's broken. don't even worry about everthing i've done ^^,
RSS

Masa Putih Abu-abu**


Bangun agak siang hari nii karena memang aku sedang libur ibadah n libur aktivitas :)
Cuma mengerjakan kerjaan rumah dan merapikan kamar baru ku ini ^^

Sambil beristirahat siang ini, aku menonton TV dan tak sengaja membaca "24 April" tulisan yang berda di TV dan seketika aku ingat tanggal itu, saat itu, 4 tahun silam, yaaa, 24 April 2007, masa masa indah dimana saat ini aku teringat akan sosok mantan terindah, diaa, yang menghiasi masa-masa putih abu-abuku. Masa-masa terindah ^^

Berawal dari kedekatan kita dalam satu perjalanan study tour SMA menuju Dieng, Yogyakarta, perjalanan pertama kita besama, perasaan itu perlahan muncul dan ku biarkan mengalir dengan sendirinya. Berawal saat di dalam bus, teringat akan ledekan teman-teman satu kelas kepada kita dan kita hanya meng-iya-kan saja apa yang mereka katakan sambil tersenyum dan tertawa. Padahal itu semua belum tentu kebenarannya. Namun biarlah, asal teman-teman senang, pikirku.

Berlanjut dari kegiatan-kegiatan yang kita lalui bersama. Makan bareng, ngobrol bareng, satu tempat duduk dalam bus, dan aku ingat ketika kamu dengan sangat sabar menemani aku berbelanja oleh-oleh untuk keluarga dan bahkan kamu hanya berbelanja beberapa saja untuk oleh-olehmu. Sampai tiba saat waktunya habis dan kami paling akhir sampai di bus dan ternyata bus hanya menunggu kami untuk keberangkatan, terlalu manis dikenang awal masa kita mulai dekat. Saat kamu menemani malam-malamku di yogya. Menghabiskan malam untuk bernyanyi bersama di pinggir kolam itu. Aku hampir ingat setiap detail awal masa-masa indah yg telah kita lalui.

Ternyata kedekatan ini berlanjut setelah kita tiba di jakarta. Aku ingat saat itu hari selasa, 24 April 2007, ada acara Lifebuoy Clear and Skin di sekolah, seusai acara itu kamu menungguku sholat asyar, untuk mengantarku ke tempat les, dan saat itu kita berhenti di lapangan depan tempat les ku dan kau katakan semua yang kau rasakan lalu kita jalani hari-hari kita bersama. *keep in memorian, terlalu manis sekali untuk ku kenang.

Masa-masa ini kita lalui, bersama, seperti dunia ini milik kita, bahkan guru pun akan bertanya bila salah satu dari kita tak ada. Itulah kita, hampir semua guru, khususnya guru eksak, tw akan hubungan kita ^^

Banyak suka dan duka yg kita lewati, putus nyambung pernah kita lalui, perselisihan demi perselisihan semakin mendewasakan hubungan kita. Ku ingat saat awal jadian n kita masih sekelas, ceng-cengan dari teman-teman pun sudah menjadi hal yang biasa. Tapi ingatkah kamu saat awal masa kita bersama itu...
Aku dan kamu tak pernah berangkat atau pulang bareng ^^
Aku dan teman-temanku, begitupun dengan kamu, saat itu kita masih malu-malu untuk dekat-dekat .. Jiwa anak SMA masih ababil..

Dan ingatkah kamu, ketika kenaikan kelas kita sudah tak berada di satu kelas lagi, namun kita tetap dekat karena kelas kita bersebelahan. Sejak itu kita mulai selalu bersama. Aku ingat setiap hari menunggumu menjemputku di depan rumah untuk berangkat bersama ke sekolah. Dan itu kita lewati setiap hari. Bahkan di saat gerimis dan hujan turunpun kita melewatinya bersama ^^

Dan sampai saat ini, aku masih menyukai gerimis, tetes demi tetes air yang mengenai wajahku, membuat aku tersenyum mengingat kenangan yang telah lalu.

Akupun ingat saat kita selalu berlari-lari dari parkiran memasuki ruangan kelas karena bel masuk sudah berbunyi dan bapak guru sudah berdiri di pintu gerbang, berteriak-teriak agar semua siswa segera memasuki kelas dan beliau bersiap untuk menutup gerbangnya. Dan aku menyukai saat-saat itu, saat kita berlari bersama menuju ruang kelas, ada rasa degdegan kena hukuman, namun lagi-lagi aku merasa tenang saat kulalui itu bersamamu, dan ingatkah kamu, kebiasaan kita terlambat karena kamu selalu kesiangan menjemputku. ^^

Ketika istirahat, karena kelas kita ada di lantai paling atas, kita jarang sekali makan di kantin. Ingatkah kamu saat itu, kita bergantian saling mengunjungi satu sama lain di kelas dan menikmati bekal yang aku atau kamu bawa ke sekolah. Aku masih hafal kebiasaan kita menghabiskan waktu istirahat bersama dalam kelas atau di depan koridor kelas kita dan melaksanakan Dhuha bersama di masjid depan sekolah serta solat dzuhur bersama pada istirahat kedua. Dimana ada aku selalu nampak kamu menemaniku, selalu di sampingku. Tak ada lagi aku. . . .kamu. . . . .tapi kita  ^^

Begitu pula saat pulang sekolah, kamu selalu mengantarkan aku pulang ke rumah, bahkan ketika aku ada rapat OSIS, kamu dengan setia menunggu ku, di depan ruang OSIS, tahukah kamu, saat itu aku sangat menyayangimu. Dan apakah kamu juga ingat, saat itu kita tak satu tempat les, namun kamu mengantarkan aku lebih dulu ke tempat les ku baru kemudian kamu pun berangkat ke tempat lesmu itu. Dan tak lupa kau pun juga menjemputku saat kau pulang les. Kamu sosok yang bertanggung jawab. Walaupun terkadang perselisihan hadir di tengah hubungan ini, namun semarah apapun kamu, kamu tak pernah meninggalkan aku di jalan.

Dan aku pun ingat saat ayahku memberikan kepercayaannya padamu untuk mendampingi aku saat itu, ketika kita mau main ke tempat-tempat yang ingin kita kunjungi, ayahku langsung mengizinkannya ketika ku bilang itu bersamamu. Kamu seperti sudah menjadi bagian dari hidupku. Sepertinya saat itu hampir ada kamu dsetiap kegiatan ku. Kamu dan hanya kamu.

Masalah demi masalah yang datang masi dapat kita lewati dan aku pun ingat saat kita tuliskan kata demi kata dalam Diary kita berdua dan aku masih menyimpannya untukmu sampai saat ini ^^

Aku ingat pertengakaran besar kita di koridor lantai tiga itu, saat kemarahan kita memuncak karena satu hal itu dan kau mulai bersikap kaku mengacuhkanku, tak menganggapku, akupun mengejarmu, tanpa terasa air mata mulai menetes di pipiku, namun pada akhirnya pelukanmu itu mendamaikan ku, dan kita pun berbaikan kembali. Sepertinya kita saling ketergantungan, ga kuat lama-lama bertengkar (karena dulu iklimnya hanya sekolah, berbeda keadaannya dengan saat kita sudah lulus, semua berbeda, semua berubah, begitu cepat).

Dan apakah kamu masi ingat, malam tahun baru itu kita lewati bersama keluargamu, di rumahmu, menikmati kembang api dari lantai atas rumahmu, ditemani gerimis dan dinginnya malam tahun baru itu. Dan kita bersama adikmu dan pacarnya di teras lantai atas itu, menikmati nasi bakar yang kita buat. Maniss *aku masih ingat rasa itu di lantai atas itu. Kemudian tepat jam dua belas malam, nyala kembang api mulai terang diatas rumahmu dan kita menikmatinya ..

*selamat tahun baru 2008, wish we all the best ^^

Dan setelah itu, aku ingat hujan masih mengguyur, namun ayahku berpesan untuk segera pulang dan akhirnya ayahmu pun kerepotan namun bersedia mengantarkanku sampai di rumah. Terima kasi ya om, maav aku merepotkan ^^
Dan tahukah kamu, saat itu aku merasa bahagia, merasa bisa sedikit diterima dalam keluargamu. Saat itu aku berharap mereka bisa menerimaku seperti keluargaku menerimamu. Namun itu kan dulu, 4 tahun silam :)

Selang masa berganti semakin mendekati Ujian Nasional, kita intens belajar bareng dan kamu memang sosok yg pintar dan sangat sabar mengajari aku. Semakin sayang deh sama kamu kala itu :p Dan alhamdulilah kita lulus bersama dengan hasil yang memuaskan, namun ada rasa sedih dan berat ketika akan meninggalkan sekolah ini, melepas seragam putih abu-abu, melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Masa-masa kuliah...

Ingat kah kamu perjalanan kedua kita, waktu wisuda di Bandung.. Namun sayang kita sudah tidak sekelas lain dan ada atmosfer berbeda yang aku rasa, tak ada kamu duduk di sampingku lagi di bus ini ^^
Namun tetap kita dapat bersama saat turun dari bus, menikmati acara wisuda. Kita berfoto bersama, kamu mengenakan jas dan aku mengenakan kebaya. Baru kali itu pasti kamu melihat aku didandani. Aahhh, aneh rasanya menggunakan make up dikala itu. Semua kejadian kala itu kita abadikan di HP Nokia 7610 ku (namun sayang semua kenangan kita raib bersama hilangnya Hp itu dari hidupku) dan kamu pun tak menyimpan lagi memori kita dmasa itu (-__-)

Menikmati sore di kota Bandung, berjalan-jalan di ciwalk dan menelusuri jalanan kota bandung di waktu sore dan saat waktunya kembali ke jakarta tak lupa kamu mengantarkan aku kembali ke dalam bus kelasku dan kamu kembali ke bus kelasmu. Dan aku masih ingat saat itu Hp-ku mati dan aku meminjam HP-mu untuk menghubungi ayahku agar menjemputku dan aku meninggalkanmu karena aku pulang duluan bersama ayahku. Maav yaa ...

 Ada rasa ragu dalam hati. Akankah kita masih bisa bersama saat kita tak lagi dekat. Namun lagi-lagi kamu mampu meyakinkan aku dan kita berusaha untuk bisa bersama-sama lagi. Kita berjuang di tes masuk STSN (Sekolah Tinggi Sandi Negara) namun sayang, saat test psiko itu, saat kita meyakinkan kedua orang tua kita untuk meninggalkan kita dan membiarkan kita pulang sendiri seusai test yang memakan waktu seharian itu, ternyata itu perjalanan terakhir kita bersama. Parung - Jakarta. Aku masih ingat saat itu hari sudah malam saat kita meninggalkan kota Bogor. Dan tak ada lagi bus menuju kampung Rambutan, karena bus terakhir baru saja berangkat. alhasil kita naik bus Bogor - Bekasi turun di UKI dan nyambung lagi UKI - Cileungsi. Aku pun turun duluan di Jambore di jemput ayahku, dan kamu menyuruhku mengenakan jaketmu supaya aku tak kedinginan. Aku pun membawa serta jaket itu. Dan tahukah kamu, aku selalu mengenakan jaket itu setiap kali aku merindukanmu. Tak mudah saat kita terbiasa bertemu setiap hari kemudian inetnsitasnya berkurang drastis, ga mudah buat aku saat itu..

Dan ternyata itu benar benar the last trip kita, ingat?? ^^

Kemudian saat pengumuman test itu kita sama-sama tidak diterima, namun kamu sudah kuliah di Akademi Kimia Analis di Bogor dan aku masihh ingat pengorbananmu untuk bertemu dengan aku. Kamu bela-belain datang ke rumahku setiap hari jum'at setelah pulang kuliah. Jauh-jauh dari Bogor-Jakarta, hanya supaya kita bertemu. Baru kemudian kamu pulang ke rumahmu. Dan terkadang aku pun egois menuntutmu datang di hari sabtu. Namun kamu memang sosok yang baik, kamu tetap datang meluangkan waktumu untukku ^^

*aku selalu ingat pengorbanan-pengorbanan kamu buat aku...

Dan sampai saat itu tiba, masa dimana sikapmu mulai berubah dan gaya bahasamu yang mulai nakal, aku tak bisa terima, kegalauan melanda dan pikiran-pikiran buruk mulai hadir dalam benakku. Puncaknya saat itu, apa kamu ingat.. 25 Juli 2008, kita memasuki puncak hubungan ini. Bahkan satu-satunya alasan yang aku punya untuk tetap menahanmu untuk tinggal tak juga berhasil menahanmu di sampingku. Aku hancur berantakan. Dan aku pun berusaha menerima keputusan itu. Biarlah cukup aku, kamu dan Sang Pencipta yang mengetahui bagaimana perasaan kita di kala itu ^^

Namun kini, 4 tahun sudah berlalu, namun detail tentang kisah itu masih tersimpan rapi dalam sebuah kotak memori di hatiku. Yang menyimpan semua memori ingatan masa lalu tentang dirimu. *mantan terindah

Semoga kamu dan kehidupanmu saat ini jauh lebih baik dari apa yang pernah kita jalani dahulu. Dan aku selalu ingat saat kamu katakan ada kalanya nanti kita melewati sebuah percabangan, dimana dalam percabangan itu kita akan berpisah satu sama lain, namun suatu saat nanti kelak kita juga bisa bertemu lagi di sebuah persimpangan yang dahulu memisahkan kita. Namun aku tak berharap banyak akan hal itu. Cukuplah saja semua yang sudah pernah kita lewati aku simpan. Sebagai tanda kita pernah punya cerita di masa putih abu-abu kita dahulu ^^

*masa putih abu-abu*
2 komentar

Jeritan Hati

Ketika rasa itu tumbuh semakin dalam
Aku membiarkannya
Kemudian aku mengabaikannya
Namun salahku
Ku kira jika diabaikan rasa itu akan hilang
Tapi ternyata tidak
Rasa itu tumbuh semakin dalam
Semakin lama semakin tak dapat aku kendalikan
Bahkan saat ini rasa itu telah mengalahkan logika berfikirku
Setiap menit yang telah kita lewati
Semua terekam dengan jelas dalam ingatan ini
Waktu pun semakin cepat berlalu
Dengan semua kenangan yang sudah kita ukir bersama
Namun sering kali keraguan datang menghampiri aku
Ada rasa takut menghinggapi diri
Takut kehilangan sosok kamu
Takut kamu pergi meninggalkan aku

Aku bodoh....
Mengapa aku punya fikiran seperti itu
Padahal sudah jelas tak ada apapun antara kita
Hanya sosok kisah kasih masa lalu yang sedang dekat
Seperti halnya seorang teman
Lalu mengapa aku punya rasa takut itu
Karena tak mudah bagiku memeluk erat kenangan yang telah kita ukir bersama
Rasanya terlalu berat untuk ku pikul sendiri
Dan kegagalan kisah masa lalupun seolah melengkapi rasa takut ini

Kehilangan sosok orang yang sangat kita sayangi dan kemudian dia pun pergi jauh tak lagi menghiraukan kita ada, padahal dulu kita pernah mengukir kenangan bersama, pengalaman itu yang kini sedang hadir menghampiri aku

Namun lagi lagi aku harus berusaha sendiri
Mengatasi semua rasa yang bercampur saat ini
Mengendalikan perasaan di saat aktivitas yang menanti untuk dilakukan
Seolah aku sedang menjadi pemeran utama dalam sebuah kisah di hidupku
Tak mudah memang, namun aku berusaha
Dan aku yakin
Suatu saat akan ada jawaban dari usaha aku selama ini

Dan kini aku sadari
Semua di jalani dan dinikmati saja
Kelak jika memang kita tidak berjodoh
Kamu dan aku akan menemukan pasangan yang terbaik yang Allah berikan
Semoga kamu bersedia menyimpan kisah yang pernah ada di antara kita
Seperti aku yang telah memberikan tempat untuk semua kisah kita

*semoga kelak akhir cerita ini bisa happy ending
0 komentar

Mengajar Anak SD

Ini pengalaman pertama mengajar Bahasa Inggris di tempat bimbel dan yang diajarkan adalah anak SD kelas 5, waaaw, it's so amazing for me :D

Jadi begini ceritanya..
Semua berawal saat "kakek", julukan untuk salah satu teman SMA ku, menawarkan untuk memasukkan lamaran di salah satu bimbingan belajar alumni, yaitu BBA 99, yang merupakan bimbingan belajar yang didirikan oleh kakak alumni SMA 99, SMA kita dulu. Dan kemudian aku mencobanya, aku membuat CV dan mencoba mendaftar di bimbel tersebut. Namun ternyata saat kakek mengajakku untuk menyerahkan lamaran, aku belum punya waktu untuk datang ke bimbel tersebut. Akhirnya dia membantuku, CV yang sudah ku buat ku kirimkan ke email-nya dan dia yang menyerahkan CV aku via email juga mungkin ke BBA 99 itu.
Selang seminggu, kakek cerita dia sudah dipanggil untuk test tertulis dan micro teaching di bimbel tersebut, namun panggilan buatku belum juga datang. Dalam hati aku berpositif thingking bahwa jika memang rezeki ga akan kemana, jika belum diterima bisa mencoba kembali. Hehe.

Lalu kemudian aku pun menawarkan kepada temanku juga, satu OSIS dulunya dan sekarangpun satu fakultas, hanya saja dia ada di jurusan biologi. Dia pun mengirimkan CV dan sudah test tertulis juga namun belum test micro teaching.
Ternyata pada saat yang bersamaan aku dapat kabar untuk test tertulis sekaligus test micro teaching di hari saat mba wi, begitu panggilanku untuk teman OSIS-ku itu, akan test micro teaching juga. Alhamdulilah panggilan itu datang juga untukku, Allah baik banget sama aku.

Hari itu, aku pun test, namun ternyata test mata pelajaran fisika, padahal ku memasukkan lamarannya mengajar matematika. Karena tak ada persiapan, dalam waktu satu jam lebih, aku tak bisa mengerjakan hampir semua soalnya, padahal materi yg diujikan hanya Bab Gerak Lurus, namun tanpa persiapan aku tak dapat mengerjakan apa-apa, hanya bia menjawab beberapa soal dan itupun ku tak yakin. Akhirnya aku mengajukan nego bahwa di CV yang aku buat aku melamar untuk mengajar matematika, bukan fisika, alhasil kakanya bisa mengerti dan soalpun ditukar menjadi soal matematika dan benar saja, dalam waktu setengah jam aku sudah dapat menyelesaikan soal tersebut dengan lancar dan yakin. Hihii, aneh, padahal aku jurusan fisika, namun entah mengapa aku lbih menyukai soal-soal matematika dan aku lebih menyukai mengajar matematika :D

Selesai test tertulis, hari itu aku melanjutkan test micro teaching ba'da dzuhur, materi yang aku bawakan adalah trigonometri, alhamdulilah semua lancar dan kakanya bilang tunggu kabar untuk magang, baru menjadi pengajar di bimbel tersebut.

Selang beberapa waktu, kakanya menghubungiku untuk magang, mengawas tryout dan mengajar namun waktunya belum ada, bahkan mba wi selalu bertanya padaku kapan ngajar di BBA 99 dan selalu ku jawab belum sempat, belum ada waktu, sampai dia bilang aku orang yang sangat sok sibuk, hehe, padahal memang begitu kenyataannya.

Sampai tiba waktu itu datang, saat kakanya menghubungi ku untuk mengajar matematika, hari Kamis, 7 April 2011 jam 4 sore dan aku bisa, ini saatnya aku mengajar. Dan pagi ini mendapat sms dari kakanya yang menawarkan mengajar SD, jam 2, namun mengajar Bahasa Inggris SD kelas V, karena kata kakanya aku ada basic les Bahasa Inggris, padahal itu sudah lama sekali lesnya, hihii. Tapi tak apalah, akupun menerima tawaran kakanya itu.

Tibalah hari ini, aku berangkat jam setangah 2 dari rumah diantar oleh adikku ke BBA pusat di dekat SMA 99, mengambil soal, lalu kemudian dengan diantar oleh murid ke Bba cabang karena ternyata hari ini aku kebagian mengajar English SD di BBA cabang dekat SMP 258. Saat aku datang muridku sudah bersiap untuk belajar. Ternyata kaka yang jaga di cabang juga memberikan soal kepadaku, dan hari ini katanya adalah jadwal untuk membahas soal Tryout kemarin, jiyaaah, yasudah aku mengikuti prosedur saja dulu yaitu membahas soal tryout.

Saat melangkahkan kaki dalam kelas, tiba-tiba jantungku berdebar, deg-degan mengajar mata pelajaran yang bukan keahlianku ini, namun dengan bismillah ku luruskan niat mengajar. Sebelum mulai mengajar seperti biasa aku mengajar di Gema UI, berdoa dulu sebelum mulai. Setelah itu satu persatu membahas soal yang ada. Ada murid yang interesting dan banyak nanya, interaktif menjawab, dan ada juga yang mengacuhkan aku, huaaaa, ada murid yang tidak memperhatikan aku dan tidak peduli dengan penjelasan aku. Hiks hiks, sedih ihhh, apa ada yang salah yaaaa.

Hmmm, akhirnya di tengah soal yang ada aku mendekatinya dan menyuruhnya untuk menjawab pertanyaan di soal tersebut. Dan ternyata dia bisa menjawab walau dengan ekspresi wajah yang tidak enak dilihat, hehehe. Namun aku tak menyerah, aku berusaha mencari taw kenapa bisa begini dan bagaimana harus mengatasinya.

Setelah semua soal selesai dibahas, aku memberikan pilihan kepada murid-muridku untuk memilih untuk mengerjakan soal lagi atau mau di jelaskan materi yang akan aku sampaikan hari itu tentang tenses, simple past tense dan simple present tense. Namun mereka semua memilih untuk mengerjakan soal-soal lagi, yasudaah, akhirnya aku membagikan soal yang aku dapat dari pusat. Aku memberikan selang waktu mengerjakan sebelum aku membahasnya. Dan disela-sela mengerjakan ini aku mendapatkan hal-hal baru dari anak-anak SD ini. Hehe klo inget-inget jadi senyum-senyum sendiri, hihii

Saat semua murid mengerjakan, aku memilih duduk dibelakang mereka, sambil mengawasinya. Tiba-tiba si anak yang tadi tidak mau memperhatikan aku bertanya begini, "kaka kaka, kaka bisa matematika ga?". Aku menjawab. "hmm, lumayan bisa, kenapa emang dek?". Kata anak tadi, "coba ka ayoo kita cepet-cepetan menghitung yaa, kali-kalian dalam waktu 20 detik."
"boleh, siapa takut, mau ngetest aku ya, hehe"  kataku sambil tersenyum.
"75x75 berapa hayoo ka?" katanya kemudian
Aku pun menuliskan 75x75 bersusun kebawah namun aku tak mnggunakan cara perkalian biasa, aku menggunakan cara cepat yang kudapat dari seorang teman.
Si anak tadi menghitung dari 1 sampai 20 dan aku bergegas menghitungnya.
"5625", jawabku sambil memperlihatkan caraku menghitung.
"ihh kaka, caranya sama kayak aku ka, hehe. Coba lagi ka 132x132 berapa ka?
Aku kemudian bingung, hmmm berapa ya, lalu si anak tadi menggunakan cara yang sama dengan perkalian sebelumnya. Dalam hati aku berfikir, cara itu tak bisa digunakan dalam soal ini dek, dan tanpa diketahui mereka, aku menghitung duluan menggunakan kalkulator dan hasil yang ku dapat ku simpan dalam otak. Kemudian dua muridku maju ke depan, menghitung di papan tulis, yang satu menggunakan cara yang sama dengan sebelumnya, yang satunya menggunakan cara perkalian bersusun biasa dan hasil yang di dapat berbeda, yang benar adalah yang menggunakan cara perkalian bersusun biasa. Dan aku menjelaskan bahwa cara yang tadi hanya dapat digunakan untuk menghitung puluhan kelipatan 5, yang ada angka 5-nya dibelakang ;)

Setelah itu aku kembali menyuruh mereka untuk fokus pada soal yang aku berikan tadi, soal English karena materi yang akan dipelajari hari ini adalah English, bukan matematika. Hihii. Mereka mengerjakan kembali, beberapa ada yang aktif bertanya ini itu dan aku berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka.
(dalam hati aku tersenyum, aku bisa menahlukkan anak yang diawal kelas tadi mengacuhkan aku, hehehe)
Jam 3 aku membahas soal-soalnya dan cara yang aku gunakan adalah muridku satu persatu aku suruh membaca soal dan menjawabnya. Jam setengah 4 kelas berakhir dan mereka semua bersiap-siap pulang.

Lalu aku bersiap solat asyar karena harus menyiapkan materi untuk mengajar matematika kelas IX SMP jam 4 nanti :)

Begitulah hariku bersama muri-murid. Klo di fikir-fikir aku lebih banyak menghabiskan waktu bersama murid-muridku dan menghabiskan waktu untuk kuliah dikampus sampai terkadang aku mengabaikan masalah hatiku ^^ 
0 komentar