Bangun agak siang hari nii karena memang aku sedang libur ibadah n libur aktivitas :)
Cuma mengerjakan kerjaan rumah dan merapikan kamar baru ku ini ^^
Sambil beristirahat siang ini, aku menonton TV dan tak sengaja membaca "24 April" tulisan yang berda di TV dan seketika aku ingat tanggal itu, saat itu, 4 tahun silam, yaaa, 24 April 2007, masa masa indah dimana saat ini aku teringat akan sosok mantan terindah, diaa, yang menghiasi masa-masa putih abu-abuku. Masa-masa terindah ^^
Berawal dari kedekatan kita dalam satu perjalanan study tour SMA menuju Dieng, Yogyakarta, perjalanan pertama kita besama, perasaan itu perlahan muncul dan ku biarkan mengalir dengan sendirinya. Berawal saat di dalam bus, teringat akan ledekan teman-teman satu kelas kepada kita dan kita hanya meng-iya-kan saja apa yang mereka katakan sambil tersenyum dan tertawa. Padahal itu semua belum tentu kebenarannya. Namun biarlah, asal teman-teman senang, pikirku.
Berlanjut dari kegiatan-kegiatan yang kita lalui bersama. Makan bareng, ngobrol bareng, satu tempat duduk dalam bus, dan aku ingat ketika kamu dengan sangat sabar menemani aku berbelanja oleh-oleh untuk keluarga dan bahkan kamu hanya berbelanja beberapa saja untuk oleh-olehmu. Sampai tiba saat waktunya habis dan kami paling akhir sampai di bus dan ternyata bus hanya menunggu kami untuk keberangkatan, terlalu manis dikenang awal masa kita mulai dekat. Saat kamu menemani malam-malamku di yogya. Menghabiskan malam untuk bernyanyi bersama di pinggir kolam itu. Aku hampir ingat setiap detail awal masa-masa indah yg telah kita lalui.
Ternyata kedekatan ini berlanjut setelah kita tiba di jakarta. Aku ingat saat itu hari selasa, 24 April 2007, ada acara Lifebuoy Clear and Skin di sekolah, seusai acara itu kamu menungguku sholat asyar, untuk mengantarku ke tempat les, dan saat itu kita berhenti di lapangan depan tempat les ku dan kau katakan semua yang kau rasakan lalu kita jalani hari-hari kita bersama. *keep in memorian, terlalu manis sekali untuk ku kenang.
Masa-masa ini kita lalui, bersama, seperti dunia ini milik kita, bahkan guru pun akan bertanya bila salah satu dari kita tak ada. Itulah kita, hampir semua guru, khususnya guru eksak, tw akan hubungan kita ^^
Banyak suka dan duka yg kita lewati, putus nyambung pernah kita lalui, perselisihan demi perselisihan semakin mendewasakan hubungan kita. Ku ingat saat awal jadian n kita masih sekelas, ceng-cengan dari teman-teman pun sudah menjadi hal yang biasa. Tapi ingatkah kamu saat awal masa kita bersama itu...
Aku dan kamu tak pernah berangkat atau pulang bareng ^^
Aku dan teman-temanku, begitupun dengan kamu, saat itu kita masih malu-malu untuk dekat-dekat .. Jiwa anak SMA masih ababil..
Dan ingatkah kamu, ketika kenaikan kelas kita sudah tak berada di satu kelas lagi, namun kita tetap dekat karena kelas kita bersebelahan. Sejak itu kita mulai selalu bersama. Aku ingat setiap hari menunggumu menjemputku di depan rumah untuk berangkat bersama ke sekolah. Dan itu kita lewati setiap hari. Bahkan di saat gerimis dan hujan turunpun kita melewatinya bersama ^^
Dan sampai saat ini, aku masih menyukai gerimis, tetes demi tetes air yang mengenai wajahku, membuat aku tersenyum mengingat kenangan yang telah lalu.
Akupun ingat saat kita selalu berlari-lari dari parkiran memasuki ruangan kelas karena bel masuk sudah berbunyi dan bapak guru sudah berdiri di pintu gerbang, berteriak-teriak agar semua siswa segera memasuki kelas dan beliau bersiap untuk menutup gerbangnya. Dan aku menyukai saat-saat itu, saat kita berlari bersama menuju ruang kelas, ada rasa degdegan kena hukuman, namun lagi-lagi aku merasa tenang saat kulalui itu bersamamu, dan ingatkah kamu, kebiasaan kita terlambat karena kamu selalu kesiangan menjemputku. ^^
Ketika istirahat, karena kelas kita ada di lantai paling atas, kita jarang sekali makan di kantin. Ingatkah kamu saat itu, kita bergantian saling mengunjungi satu sama lain di kelas dan menikmati bekal yang aku atau kamu bawa ke sekolah. Aku masih hafal kebiasaan kita menghabiskan waktu istirahat bersama dalam kelas atau di depan koridor kelas kita dan melaksanakan Dhuha bersama di masjid depan sekolah serta solat dzuhur bersama pada istirahat kedua. Dimana ada aku selalu nampak kamu menemaniku, selalu di sampingku. Tak ada lagi aku. . . .kamu. . . . .tapi kita ^^
Begitu pula saat pulang sekolah, kamu selalu mengantarkan aku pulang ke rumah, bahkan ketika aku ada rapat OSIS, kamu dengan setia menunggu ku, di depan ruang OSIS, tahukah kamu, saat itu aku sangat menyayangimu. Dan apakah kamu juga ingat, saat itu kita tak satu tempat les, namun kamu mengantarkan aku lebih dulu ke tempat les ku baru kemudian kamu pun berangkat ke tempat lesmu itu. Dan tak lupa kau pun juga menjemputku saat kau pulang les. Kamu sosok yang bertanggung jawab. Walaupun terkadang perselisihan hadir di tengah hubungan ini, namun semarah apapun kamu, kamu tak pernah meninggalkan aku di jalan.
Dan aku pun ingat saat ayahku memberikan kepercayaannya padamu untuk mendampingi aku saat itu, ketika kita mau main ke tempat-tempat yang ingin kita kunjungi, ayahku langsung mengizinkannya ketika ku bilang itu bersamamu. Kamu seperti sudah menjadi bagian dari hidupku. Sepertinya saat itu hampir ada kamu dsetiap kegiatan ku. Kamu dan hanya kamu.
Masalah demi masalah yang datang masi dapat kita lewati dan aku pun ingat saat kita tuliskan kata demi kata dalam Diary kita berdua dan aku masih menyimpannya untukmu sampai saat ini ^^
Aku ingat pertengakaran besar kita di koridor lantai tiga itu, saat kemarahan kita memuncak karena satu hal itu dan kau mulai bersikap kaku mengacuhkanku, tak menganggapku, akupun mengejarmu, tanpa terasa air mata mulai menetes di pipiku, namun pada akhirnya pelukanmu itu mendamaikan ku, dan kita pun berbaikan kembali. Sepertinya kita saling ketergantungan, ga kuat lama-lama bertengkar (karena dulu iklimnya hanya sekolah, berbeda keadaannya dengan saat kita sudah lulus, semua berbeda, semua berubah, begitu cepat).
Dan apakah kamu masi ingat, malam tahun baru itu kita lewati bersama keluargamu, di rumahmu, menikmati kembang api dari lantai atas rumahmu, ditemani gerimis dan dinginnya malam tahun baru itu. Dan kita bersama adikmu dan pacarnya di teras lantai atas itu, menikmati nasi bakar yang kita buat. Maniss *aku masih ingat rasa itu di lantai atas itu. Kemudian tepat jam dua belas malam, nyala kembang api mulai terang diatas rumahmu dan kita menikmatinya ..
*selamat tahun baru 2008, wish we all the best ^^
Dan setelah itu, aku ingat hujan masih mengguyur, namun ayahku berpesan untuk segera pulang dan akhirnya ayahmu pun kerepotan namun bersedia mengantarkanku sampai di rumah. Terima kasi ya om, maav aku merepotkan ^^
Dan tahukah kamu, saat itu aku merasa bahagia, merasa bisa sedikit diterima dalam keluargamu. Saat itu aku berharap mereka bisa menerimaku seperti keluargaku menerimamu. Namun itu kan dulu, 4 tahun silam :)
Selang masa berganti semakin mendekati Ujian Nasional, kita intens belajar bareng dan kamu memang sosok yg pintar dan sangat sabar mengajari aku. Semakin sayang deh sama kamu kala itu :p Dan alhamdulilah kita lulus bersama dengan hasil yang memuaskan, namun ada rasa sedih dan berat ketika akan meninggalkan sekolah ini, melepas seragam putih abu-abu, melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Masa-masa kuliah...
Ingat kah kamu perjalanan kedua kita, waktu wisuda di Bandung.. Namun sayang kita sudah tidak sekelas lain dan ada atmosfer berbeda yang aku rasa, tak ada kamu duduk di sampingku lagi di bus ini ^^
Namun tetap kita dapat bersama saat turun dari bus, menikmati acara wisuda. Kita berfoto bersama, kamu mengenakan jas dan aku mengenakan kebaya. Baru kali itu pasti kamu melihat aku didandani. Aahhh, aneh rasanya menggunakan make up dikala itu. Semua kejadian kala itu kita abadikan di HP Nokia 7610 ku (namun sayang semua kenangan kita raib bersama hilangnya Hp itu dari hidupku) dan kamu pun tak menyimpan lagi memori kita dmasa itu (-__-)
Menikmati sore di kota Bandung, berjalan-jalan di ciwalk dan menelusuri jalanan kota bandung di waktu sore dan saat waktunya kembali ke jakarta tak lupa kamu mengantarkan aku kembali ke dalam bus kelasku dan kamu kembali ke bus kelasmu. Dan aku masih ingat saat itu Hp-ku mati dan aku meminjam HP-mu untuk menghubungi ayahku agar menjemputku dan aku meninggalkanmu karena aku pulang duluan bersama ayahku. Maav yaa ...
Ada rasa ragu dalam hati. Akankah kita masih bisa bersama saat kita tak lagi dekat. Namun lagi-lagi kamu mampu meyakinkan aku dan kita berusaha untuk bisa bersama-sama lagi. Kita berjuang di tes masuk STSN (Sekolah Tinggi Sandi Negara) namun sayang, saat test psiko itu, saat kita meyakinkan kedua orang tua kita untuk meninggalkan kita dan membiarkan kita pulang sendiri seusai test yang memakan waktu seharian itu, ternyata itu perjalanan terakhir kita bersama. Parung - Jakarta. Aku masih ingat saat itu hari sudah malam saat kita meninggalkan kota Bogor. Dan tak ada lagi bus menuju kampung Rambutan, karena bus terakhir baru saja berangkat. alhasil kita naik bus Bogor - Bekasi turun di UKI dan nyambung lagi UKI - Cileungsi. Aku pun turun duluan di Jambore di jemput ayahku, dan kamu menyuruhku mengenakan jaketmu supaya aku tak kedinginan. Aku pun membawa serta jaket itu. Dan tahukah kamu, aku selalu mengenakan jaket itu setiap kali aku merindukanmu. Tak mudah saat kita terbiasa bertemu setiap hari kemudian inetnsitasnya berkurang drastis, ga mudah buat aku saat itu..
Dan ternyata itu benar benar the last trip kita, ingat?? ^^
Kemudian saat pengumuman test itu kita sama-sama tidak diterima, namun kamu sudah kuliah di Akademi Kimia Analis di Bogor dan aku masihh ingat pengorbananmu untuk bertemu dengan aku. Kamu bela-belain datang ke rumahku setiap hari jum'at setelah pulang kuliah. Jauh-jauh dari Bogor-Jakarta, hanya supaya kita bertemu. Baru kemudian kamu pulang ke rumahmu. Dan terkadang aku pun egois menuntutmu datang di hari sabtu. Namun kamu memang sosok yang baik, kamu tetap datang meluangkan waktumu untukku ^^
*aku selalu ingat pengorbanan-pengorbanan kamu buat aku...
Dan sampai saat itu tiba, masa dimana sikapmu mulai berubah dan gaya bahasamu yang mulai nakal, aku tak bisa terima, kegalauan melanda dan pikiran-pikiran buruk mulai hadir dalam benakku. Puncaknya saat itu, apa kamu ingat.. 25 Juli 2008, kita memasuki puncak hubungan ini. Bahkan satu-satunya alasan yang aku punya untuk tetap menahanmu untuk tinggal tak juga berhasil menahanmu di sampingku. Aku hancur berantakan. Dan aku pun berusaha menerima keputusan itu. Biarlah cukup aku, kamu dan Sang Pencipta yang mengetahui bagaimana perasaan kita di kala itu ^^
Namun kini, 4 tahun sudah berlalu, namun detail tentang kisah itu masih tersimpan rapi dalam sebuah kotak memori di hatiku. Yang menyimpan semua memori ingatan masa lalu tentang dirimu. *mantan terindah
Semoga kamu dan kehidupanmu saat ini jauh lebih baik dari apa yang pernah kita jalani dahulu. Dan aku selalu ingat saat kamu katakan ada kalanya nanti kita melewati sebuah percabangan, dimana dalam percabangan itu kita akan berpisah satu sama lain, namun suatu saat nanti kelak kita juga bisa bertemu lagi di sebuah persimpangan yang dahulu memisahkan kita. Namun aku tak berharap banyak akan hal itu. Cukuplah saja semua yang sudah pernah kita lewati aku simpan. Sebagai tanda kita pernah punya cerita di masa putih abu-abu kita dahulu ^^
*masa putih abu-abu*



